Salam untuk Bus Kota
Berdua berdiri menatap jalan
Melirik jam yang sudah semakin malam
Lampu kota pamerkan kecantikannya
Truck muatan berat lalu lalang dengan arogannya
Bus kota bangga dengan klaksonnya
Jalanan yang makin ramai sama sekali tak ada kedamaian
Kita yang berdiri berdua dalam kesedihan
Berdua kita saling menguatkan
Berdua menyapa bus kota yang akan membawamu pulang
Bus kota yang tak terlalu kehadirannya
Sekalinya hadirpun masih dengan sapaan tanpa jawaban
Berdua kita telah sembuhkan kerinduan
Setelah ribuan detik tak ada pertemuan
Malam itu kembali air mata tertumpahkan
Hati kembali berantakan
Kembali kita sambung kerinduan
Salam untuk bus kota
Semoga tak lelah mengantarkan pertemuan kita
Ucapkan selamat tinggal pada jalan raya
Yang menjadi saksi perpisahan kita yang sementara
-Sda, 9/3/19 -Ibnah Syati
Telah disunting pada 10/3/19