Salam untuk Bus Kota
Berdua berdiri menatap jalan
Melirik jam yang sudah semakin malam
Lampu kota pamerkan kecantikannya
Truck muatan berat lalu lalang dengan arogannya
Bus kota bangga dengan klaksonnya
Jalanan yang makin ramai sama sekali tak ada kedamaian
Kita yang berdiri berdua dalam kesedihan
Berdua kita saling menguatkan
Berdua menyapa bus kota yang akan membawamu pulang
Bus kota yang tak terlalu kehadirannya
Sekalinya hadirpun masih dengan sapaan tanpa jawaban
Berdua kita telah sembuhkan kerinduan
Setelah ribuan detik tak ada pertemuan
Malam itu kembali air mata tertumpahkan
Hati kembali berantakan
Kembali kita sambung kerinduan
Salam untuk bus kota
Semoga tak lelah mengantarkan pertemuan kita
Ucapkan selamat tinggal pada jalan raya
Yang menjadi saksi perpisahan kita yang sementara
-Sda, 9/3/19 -Ibnah Syati
Telah disunting pada 10/3/19
Minggu, 10 Maret 2019
Selasa, 08 Januari 2019
PUISI @ SAH
"SAH"
Oleh Ibnah Syati (YI)
Sayup mata manja lentik pancarkan bahagia
Rona wajah bertabur riasan indah
Bergaun mewah
Merekah senyum tanda hilangnya resah
sisi lain postur tegap nan gagah
Wajah bersih rupa berseri
Rambut rapi tertutup peci
Tengah saling memandang syahdu
Berdua saling mengikat janji
Dimana malaikat menjadi saksi
Juga Rosul menjadi wali
Kata SAH hadirkan ribuan rasa
Kata SAH menjawab ribuan doa
Getarkan hati yang sudah lama meminta
Gerakkan jiwa yang sudah lama merana
Kata SAH awal segalanya
Kata SAH pintu rumah tangga
Pengantar sepasang hamba menuju Syurga
Dengan ikatan suci nan abadi atas Takdir-Nya
Tulungagung, 12/1/2018
NB: Tulisan satu tahun lalu, yg baru bisa ke Upload 🙏
PUISI @ KUA
KUA
Kau cinta padaku, katanya
Kau sayang padaku, katanya
Ingin bersamaku, katanya
Menikahiku, nanti saja katanya
Aku tertawa
Ku ajak kau ke KUA
Kau malah kebingungan
Kau bilang belum punya penghasilan
Ku suruh kau ke KUA
Kau masih bilang nanti saja
Ku paksa kau ke KUA
Kau pasang wajah tak bahagia
Tenanglah pemuda
Tanyakan dulu ajakanku ke KUA
Aku tak minta untuk menikah
Aku tak terburu untuk mendapat kata SAH
Aku hanya mengajakmu saja
Sekedar mampir ke KUA
Didepan plakat foto berdua
Udah itu saja, hanya biar tau lokasinya
Ibnah Syati - Tulungagung 4/1/18
Kau cinta padaku, katanya
Kau sayang padaku, katanya
Ingin bersamaku, katanya
Menikahiku, nanti saja katanya
Aku tertawa
Ku ajak kau ke KUA
Kau malah kebingungan
Kau bilang belum punya penghasilan
Ku suruh kau ke KUA
Kau masih bilang nanti saja
Ku paksa kau ke KUA
Kau pasang wajah tak bahagia
Tenanglah pemuda
Tanyakan dulu ajakanku ke KUA
Aku tak minta untuk menikah
Aku tak terburu untuk mendapat kata SAH
Aku hanya mengajakmu saja
Sekedar mampir ke KUA
Didepan plakat foto berdua
Udah itu saja, hanya biar tau lokasinya
Ibnah Syati - Tulungagung 4/1/18
PUISI @ Januari
Januari
Fajar mengantarku pulang
Kembali menyapa kerinduan
Membawa kedamaian dari pertemuan
Jumpa memori melahirkan kenangan
Januari kini ku jumpa
Januariku masih sama
Januariku kali ini menuai rasa
Meski masih cerita lama dengan alur yang berbeda
Januariku kali ini ungu
Januari paduan merah juga biru
Kurasakan susah karena rindu
Kurasakan resah karena ingin segera bertemu
Januari , Kau kah itu?
Kembali menyapa dengan kenangan baru
Januari , siapkah kamu?
Melukis kisah baru di awal tahunku
Sebelum Desember membuntutiku
Ibnah Syati - Tulungagung, 4/1/18
Fajar mengantarku pulang
Kembali menyapa kerinduan
Membawa kedamaian dari pertemuan
Jumpa memori melahirkan kenangan
Januari kini ku jumpa
Januariku masih sama
Januariku kali ini menuai rasa
Meski masih cerita lama dengan alur yang berbeda
Januariku kali ini ungu
Januari paduan merah juga biru
Kurasakan susah karena rindu
Kurasakan resah karena ingin segera bertemu
Januari , Kau kah itu?
Kembali menyapa dengan kenangan baru
Januari , siapkah kamu?
Melukis kisah baru di awal tahunku
Sebelum Desember membuntutiku
Ibnah Syati - Tulungagung, 4/1/18
Langganan:
Postingan (Atom)